Jadikan Teamwork Anda Berkualitas Dengan 8 Kata Kunci Berikut
Teamwork menjadi kata yang sering kita dengar sehari-hari. Mudah diucapkan, ditulis, dan dijabarkan, tetapi bisa menjadi tantangan besar dalam melaksanakan proses kerja sama di dalam organisasi.
Ada 8 kata kunci dalam TEAMWORK yang memegang peranan yang sangat vital di dalam proses keterkaitan dan keterikatan anggotanya. Tanpa kerja sama yang benar dan terpadu dari semua anggota, mustahil organisasi akan langgeng dan mencapai sukses. Kita dapat mempelajari 8 kata kunci teamwork sebagai berikut:
1 T= Total Commitment (komitmen penuh)
2 E= Empathy (empati dan mendengarkan)
3 A= Adversity Management (mengelola kesukaran)
Prinsip kompetisi (reward vs punishment) diciptakan agar setiap orang bekerja sebaik mungkin. Dibutuhkan peran seseorang yang mampu mengelola kesukaran dan tantangan dalam menjembatani pemahaman ini. Dalam persaingan bisa timbul gesekan dan konflik antar-anggota, karena semua orang berusaha menunjukkan kinerja terbaiknya. Mengelola kesukaran atau adversity management perlu melibatkan peran aktif semua anggota, dengar pendapat, panduan, dan sikap tegas pemimpin. Tantangan dan kesukaran terbesar adalah mengelola kerja sama dalam organisasi dan secara bersamaan mendorong setiap anggota untuk bersaing dengan fair dan terbuka memberikan yang terbaik kepada organisasi. 4 M= Mutual Respects (sikap hormat melahirkan apresiasi)
Menciptakan sikap respek terhadap sesama anggota dalam organisasi menumbuhkan kebersamaan dan saling peduli. Sikap hormat keluar organisasi akan menciptakan apresiasi dari masyarakat dan menumbuhkan penghargaan bahwa organisasi memiliki anggota-anggota yang bernilai bagi orang lain. Tumbuhnya sikap hormat kepada siapa pun adalah proses pendidikan bahwa setiap individu adalah subjek yang penting. Melaksanakan sikap hormat adalah bagian pembelajaran dan apresiasi terhadap nilai budi pekerti yang bisa tumbuh berkembang dalam organisasi. 5 W= Worship in God (berdoa, memberikan kekuatan)
Banyak orang yakin bahwa sukses bukan sekadar hasil dari kemampuan dan kerja keras saja. Ada kekuatan "invisible", yaitu doa kepada Sang Pencipta yang memberikan kekuatan di dalam perjuangan yang kita hadapi. Kita bisa membiasakan agar sebelum bekerja, semua anggota berdoa memohon kekuatan Yang Di Atas agar dapat membantu mengatasi persoalan dan hambatan yang sering menghadang proses kerja sama. Berdoa memberikan kekuatan besar yang tidak terlihat dan sering membantu terjadinya "keajaiban sukses" seiring proses kerja keras dan konsistensi dari upaya untuk mencapai tujuan bersama. 6 O= Ownership to the goal (kepemilikan kepada tujuan)
Cara terbaik agar semua orang berpartisipasi memberikan kontribusi terbaik adalah selalu mendengungkan ke dalam pikiran bahwa tujuan organisasi adalah milik kita semua. Keberhasilan organisasi adalah keberhasilan setiap anggota juga. Membentuk mindset kepemilikan dalam benak anggota akan menumbuhkan sikap tanggung jawab, dewasa, dan mandiri dalam setiap pelaksanaan tugas. Ownership menciptakan suasana dinamis dan sukacita, dan setiap anggota akan mempertahankan sekuat tenaga proses dan tindakan rasa kepemilikan demi sukses mencapai tujuan bersama dalam organisasi. 7 R= Relinquishment of ego (membuang rasa ego)
Membuang ego pribadi bukan hal mudah. Banyak orang merasa dirinya paling hebat, dibutuhkan, dan paling berperan. Organisasi yang sehat berisikan anggota yang mampu membuang rasa ego demi kebaikan bersama. Membuang ego dapat dipraktikkan dengan membuang gengsi dan sikap tidak mau kalah. Harmonisasi kerja sama dapat dibentuk melalui komunikasi yang benar dan sehat. Berpikir dan bertindak dengan ego bersama yang setara adalah kesuksesan kerja sama. Ego dapat dikelola dengan cara meminta bantuan kepada anggota sesuai dengan porsi dan keahliannya dan tanyakan kepada setiap anggota apa yang bisa dibantu.
8 K= Kinetic Leadership (kepemimpinan energi gerak)
Keunggulan organisasi yang kuat yaitu memberikan kesempatan sepenuhnya kepada para pemimpin di dalamnya untuk mengeksplorasi dan mengangkat semua kemampuan dan hasil kerja terbaik anggotanya. Setiap anggota akan semakin terungkit jika mengetahui bahwa peran dan kehadirannya berguna bagi organisasi.
Pemimpin menggerakkan anggotanya untuk lebih berkarya dan berkontribusi, seperti melakukan suatu energi gerak kinetik, yaitu mendorong anggotanya bergerak maju melakukan tugas dan tanggung jawabnya seoptimal mungkin demi sukses bersama.

8 K= Kinetic Leadership (kepemimpinan energi gerak)
Keunggulan organisasi yang kuat yaitu memberikan kesempatan sepenuhnya kepada para pemimpin di dalamnya untuk mengeksplorasi dan mengangkat semua kemampuan dan hasil kerja terbaik anggotanya. Setiap anggota akan semakin terungkit jika mengetahui bahwa peran dan kehadirannya berguna bagi organisasi.








0 comments:
Post a Comment