Wednesday, January 14, 2015

IDENTITAS SANTRI MAHASISWA

Filled under:

Oleh :   NURUL LAILIYYATIS SHOFI
Jika dilihat dari nama “santri mahasiswa” timbullah suatu pertanyaan, apakah mahasiswa santri harus kuliah dengan memakai sarung? Ataukah mahasiswi yang harus mengenakan cadar?cobalah kita berfikir reflektif, melihat makna, sifat dan syarat sebagai seorang dapat di sebut sebagai santri dan bagaimana seorang di sebut mahasiswa, kemudian di satukan, memang akan terdapat banyak perbedaan, sebab pada dasarnya di demensi yang berbeda dan biogenis yang berbeda pula, namun jika mahasiswa dan santri di kombinasi menjadi santri mahasiswa bukankah suatu yang luar biasa, dimana santri mahasiswa yang tetap menjadi mahasiswa dengan tanpa meninggalkan eksistensi kesantriannya juga menjadi santri tanpa mengabaikan posisinya sebagai mahasiswa.

Berbicara identitas maka secara langsung kita membicarakan tentang suatu pembeda yang membedakan antara santri mahasiswa dengan mahasiswa di luar sana.
Sebagai santri mahasiswa harus mempunyai rasa bangga karena hidup dalam pesantren modern ini tidak hanya fokus terhadap kajian kitab klasik namun juga pada ilmu-ilmu seperti sosial dan yang lainya.

      Adanya konsep pesantren ini akhirya mencetak santri yang unggul dalam hal agama dan umumnya,maka bukan merupakan suatu yang aneh bila mereka mampu bersaing dengan kalangan mahasiswa di luar sana, justru ini menjadikan motivasi bagi santri mahasiswa untuk menuntut dirinya memiliki talenta yang di pondasi dengan ilmu agama dan di kembangkan dengan ilmu umum.
Pemberlakuan nilai dan norma,agama serta budaya yang berlaku kapanpun dan dimanapun dia berada, diantaranya:
v  Pakaian
Seperti apa yang di contohkan baginda rosulullah SAW, santri mahasiswa di biasakan memakai pakaian sederhana, dimana santri mahasiswa di tuntut berpakaian yang sopan dan rapi, tidak menggunakan pakaian dengan gambar suatu yang tidak pantas seperti tulisan jorok, gambar tengkorak dll, celana tetap rapi tanpa di robek-robek bagi laki-laki dan memakai rok atau longdress bagi perempuan
v  Perkataan
Memang mahasiswa di haruskan pandai berbicara namun dalam ucapanpun kita di atur bagaimana ucapan kita mendatangkan manfaat dari pada madhorotnya karena perkataan laksana pedang yang mampu membuat nyawa orang melayang hanya karena proganda yang keluar dari mulut seseorang.
v  Tingkah laku
Dalam pesantren kita diajarkan untuk mengedepankan sopan santun,saling menghormati satu sama lain, walaupun sudah berstatus “maha” namun tetap harus menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda dan menghargai teman sebaya.
Aspek tersebut harus lebih menumbuhkan kesadaran diri santri mahasiswa untuk menjadi pribadi yang hebat dan bermanfaat, karena sudah ditanamkan pelajaran-pelajaran agama, tauhid, akhlakul karimah, dll. Yang menjadikannya kuat untuk dapat berperan di kehidupan masyarakat dan tak terombang ambing dengan perbuatan biadap  yang membuat rakyat melarat, tetap menjadi agen of change, agen of control yang yang akan menjadi pembesar-pembesar di negara bahkan seluruh dunia dengan tetap mengedepankan etika dalam agama islam.


Barokallah,,,,,,semoga bermanfaat,,,,
Aamiin......

Oleh:   NURUL LAILIYYATIS SHOFI

0 comments: