Wednesday, January 14, 2015

SUAMI/ISTRI IDAMAN ADALAH SANTRI MAHASISWA

Filled under:

Oleh : M. Fadhol
     Kita menginginkan kehidupan kita di penuhi dengan cinta dan kehangatan  serta kestabilan. Atas dasar ini, Allah memerintahkan kita menikah dan menjadikannya sebagai nikmat terbesar bagi manusia. Hal ini di pahami dari firman-Nya yang artinya :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dan jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepada-Nya, dan di jadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar-Rum [30] :21)
Siapapun yang menginginkan kebahagiaan dalam pernikahannya, hendaknya ia bisa mengulang kembali masa-masa terindah yang pernah di laluinya. Pernikahan di perintahkan agar manusia bisa saling mencintai hingga terciptalah generasi penerus di muka bumi ini. Hal ini di pahami dari firmaan-Nya. Yang artinya :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata, ‘mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji engkau dan mensucikan engkau ?’. Tuhan berfirman, ‘sesungguhnya aku mengtahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Al-Baqarah [2]:30).
     Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi, kekhalifaan ini tidak akan sukses bila tidak ada generasi penerusnya dan pertautan antara sesama manusia, pertautan antara lelaki dan wanita hingga darinya lahirlah generasi baru.
     Untuk menemui generasi baru membutuhkan  pertautan lelaki dan wanita yang beragama dan nasabnya baik, sesuai dengan hadis yang menerangkan harus memenuhi 4 kriteria yaitu : Agama, kekayaan, kecantikan/ketampanan, dan Nasab.
     Dari keempat kriteria tersebut dapat kita pahami sebagai mahasiswa bahwasanya kriteria yang dapat menampung keempat tersebut ialah mahasiswa yang mempunyai status santri. Karena dari
status santri mahasiswalah yang dapat mensikronkan apa itu santri ? dan apa itu mahasiswa ? Banyak sekali di media memberi kabar tentang status mahasiswa yang tidak mempunyai status santri, dan di kampus metropolitanlah degradasi moral merajalela dari perspektif asusila sampai pembunuhan.
Maka dari itulah untuk membentuk generasi berikut membutuhkan suami/istri yang mempunyai status santri mahasiswa, agar tidak ada degradasi moral yang terus menerus dari zaman kezaman. Seperti pepatah mengatakan “Temen Nyantri menjadi Temen Hidup”.

     Mungkin harapan kedepanya nanti temen santri mahasiswa di sekeliling kita akan menjadi temen hidup kita di dunia maupun di akhirat lebih-lebih di kampus STAI Raden Qosim yang bernaungan di Pondok pesantren Sunan Drajat. Amiin Amiin  Yaa Robbal ‘alamin. 

0 comments: